Pemuda adalah kelompok masyarakat yang paling
diharapkan peran mereka untuk membangun peradaban, melanjutkan perjuangan.
Pemuda adalah generasi yang dibanggakan karena buah pendidikan yang dilakukan
oleh genarasi tua, pemuda adalah teladan generasi dibawahnya. Tapi sayang,
realiata pemuda pada zaman sekarang tidaklah demikian, padahal Islam tidak
tegak pada masa Rasulullah kecuali dengan dukungan pemuda, sebagian besar para
sahabat adalah para pemuda. Islam tidaklah tersebar ke seluruh dunia kecuali
melalui para pemuda, maka Allah menyanjung pemuda tangguh yang tidak mengalami
jiwa kekanak kanakan.
Pemuda masa Nabi Muhammad saw adalah teladan yang
terbaik sepanjang masa, mereka dipilih Allah untuk menemani Nabi Muhammad saw,
membelanya dan menegakkan Syari’at Allah swt. Maka sudah sewajarnya kita
mempelajari karakter mereka.
Dasar karakter para sahabat adalah iman yang kuat, yang tergambar dalam
ucapan, perbuatan dan sikap, Islam sejati yang tergambar dalam penyerahan
secara totalitas terhadap hukum Allah, dan akhlaq hasanah, Allah swt banyak
menyanjung para sahabat dalam Al-qur’an, diantaranya firman Allah :
Ó£JptC ãAqß§ «!$# 4
tûïÏ%©!$#ur ÿ¼çmyètB âä!#£Ï©r& n?tã Í$¤ÿä3ø9$# âä!$uHxqâ öNæhuZ÷t/ (
öNßg1ts? $Yè©.â #Y£Úß tbqäótGö6t WxôÒsù z`ÏiB «!$# $ZRºuqôÊÍur (
öNèd$yJÅ Îû OÎgÏdqã_ãr ô`ÏiB ÌrOr& Ïqàf¡9$# 4
y7Ï9ºs öNßgè=sVtB Îû Ïp1uöqG9$# 4
ö/àSè=sVtBur Îû È@ÅgUM}$# ?íötx. ylt÷zr& ¼çmt«ôÜx© ¼çnuy$t«sù xán=øótGó$$sù 3uqtFó$$sù 4n?tã ¾ÏmÏ%qß Ü=Éf÷èã tí#§9$# xáÉóuÏ9 ãNÍkÍ5 u$¤ÿä3ø9$# 3
ytãur ª!$# tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qè=ÏJtãur ÏM»ysÎ=»¢Á9$# Nåk÷]ÏB ZotÏÿøó¨B #·ô_r&ur $JJÏàtã ÇËÒÈ
Artinya :
” Muhammad itu adalah utusan
Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang
kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu lihat mereka ruku’ dan sujud
mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka
mereka dari bekas sujud Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat
mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya Maka tunas
itu menjadikan tanaman itu Kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di
atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya Karena Allah
hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang
mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal
yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. QS Al Fath ayat : 29
Karakter para sahabat yang pertama adalah cinta
kebenaran, sangat cepat menerimanya, berpegang teguh dengannya, mereka siap
mengorbankan segala yang mereka miliki demi kebenaran. Cukuplah menjadi
bukti dari cinta mereka terhadap kebenaran keberhasilan Mus’ab bin Umair dalam
waktu yang sangat singkat mengantarkan penduduk kota Madinah untuk masuk Islam
bahkan mereka datang kepada Nabi pada tahun kedua dan ketiga masuknya mereka
kedalam Islam meminta beliau segera berhijrah ke Madinah dan mereka siap
membela Rasulullah sebagaimana membela keluarga mereka. banyak anak dan orang
tua rebutan dengan orang tua mereka untuk berjihad Fii sabiilillah, mereka
berduyun duyun kepada Nabi untuk ikut perang, padahal usia mereka baru empat
belas tahun atau lima belas tahun seperti Abdullah bin Umar ra. Dan Samurah bin
Jundub, mendaftarkan diri kepada Nabi saw untuk perang Uhud.
Ada sahabat belia daftar untuk ikut perang,
pertama kali ditolak karena sangat kecil, tapi suadaranya bilang bahwa sahabat
tadi lihai memanah kemudian diterima oleh Nabi, melihat itu ada pemuda kecil
yang lain kepada Nabi, kenapa dia bisa diterima, saya dapat bergulat dengannya
dan menjatuhkannya, maka Nabi menyuruh bergulat, dan ketika bisa
mengalahkannya, Nabi akhirnya mengizinkannya juga. .
Karakter kedua : semangat belajar menuntut ilmu,
seperti diceritakn oleh Ibnu Abbas ra bahwa beliau sejak kecil bersemangat
menuntut ilmu, ketika beliau ingin menanyakan sesuatu kepada seorang sahabat,
beliau menunggunya sampai keluar dari masjid, dan ketika keluar beliau berjalan
dibelakangnya, kalau sahabat tersebut menoleh, dan memanggilnya, beliau
bertanya apa yang dinginkan, dan jika orang tersebut keburu masuk rumah, Ibnu
Abbas menunggunya di depan rumah sampai sahabat tersebut keluar untuk shalat,
kemudian Ibnu Abbas mengambil kesempatan untuk bertanya dalam perjalannya
menuju masjid, ketika beliau menunggu sahabat dan duduk di teras rumahnya,
sering diterpa angin dan kena debu jalan, sehingga jika sahabat yang beliau
tunggu keluar rumahnya dan melihat kondisi ibnu Abbas saudara sepupu Nabi
saw demikian, beliau berkata: kenapa engkau tidak memanggilku saja sehingga aku
yang datang kepadamu, Ibnu Abbas berkata, ilmu itu yang didatangi, bukan
mendatangi,.karena
Kebanyakan para sahabat ketika Nabi wafat
menyebar ke seluruh penjuru Islam dan menjadi guru besar yang melahirkan para
ulama ulama besar pula, seperti Ibnu Abbas di Makkah dan Thaif, Ibnu Mas’ud di
Iraq, Ibnu Umar di Madinah, Mu’adz bin Jabal di Palestina.
Karakter ketiga : ‘izzah (merasa mulia) dengan
Islam, Umar bin Khattab berkata : Kami adalah kaum yang dimuliakan Allah dengan
Islam, maka bagaimanapun kita mencari kemulian dengan selain Islam, pasti
dihinakan Allah, Ja’far bin Abu Thalib memimpin rombongan hijrah ke Habasyah
untuk meminta suaka politik dari raja Najasyi, ketika masuk Istana dan bertemu
dengan raja, para pendeta menyuruh beliau dan kaum muslimin untuk sujud
penghormatan kepada raja, Ja’far seketika menjawab, : kami tidak sujud kecuali
kepada Allah. Kebanggaan mereka dengan Islam, muncul dari pemahaman mereka
terhadap Islam yang sempurna, sehingga mereka tidak mudah murtad dari Islam
walaupun mengalami berbagai cobaan yang berat, kebanggaan ini membawa mereka
untuk berda’wah dan berhasil dalam da’wah mereka.
Karakter dan jati diri pemuda masa Rasulullah
adalah Islam, iman, amal shaleh yang terbaik, ahlaq yang tinggi, ketinggian
cita cita, keserhanaan dan jauh dari gemerlapan dunia, ketika malam hari mereka
sedikit tidurnya, ruku’ dan sujud, membaca ayat ayat Allah dalam shalat mereka,
dan ketika siang mereka bekerja, dan beramal shaleh untuk masyarakat, atau
berjihad fi sabiilillah.
Mereka bekerja tapi tidak lupa untuk selalu
berdzikir kepada Allah, menegakkan shalat, berda’wah ditempat aktifitas kerja
mereka dengan nasehat, amar makruf nbahi mungkar, Allah menyanjung mereka dengan
sanjungan yang diabadikan dalam Al-Qur’an : Bertasbih kepada Allah di
masjid-masjid yang Telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di
dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang, Laki-laki yang tidak dilalaikan
oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan
(dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. mereka takut kepada
suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. QS An-nur
ayat : 26-27.
Karakter para pemuda sahabat Rasulullah adalah
kezuhudan dan kesabaran yang luar biasa, mereka berhasil diuji dengan
kekurangan dan kelebihan dunia, mereka tetap sederhana, banyak diantara mereka
menjadi gubernur, tapi tidak segan segan memikul kayu bakar diatas pundak
mereka sendiri dengan berjalan melewati pasar, bahkan ada yang sambil canda
mengatakan kepada orang yang dilewati : tolong berikan jalan bagi amir yang
lewat” Thalahah Ubaidilah adalah orang yang kaya, sesuatu saat terlihat sedih,
istrinya bertanya, Apakah ada pada diriku apa yang dikau ragukan? Beliau
menjawab, tidak engkau sebaik baik Istri, kalau begitu apa yang menyebabkan
dikau kelihatan sedih, beliau menjawab, ia saya mendapatkan ujian dari Allah,
dengan datangnya keberuntungan yang besar dalam perdagangan kita, untuk apa
rizqi ini, istrinyapun menjawab: gambang bagi saja kepada fuqara’ kerabat kita,
maka iapun berkata: memang engkau adalah sebaik baik istri, dan langsung
hartanya dibagikan kepada kerabatnya. Mudah mudahan kita dapat mengikuti jejak
mereka, aamiin.
Selama ini banyak difahami oleh kaum muslimah
bahwa hari hari haid adalah hari jauh dari ibadah, sehingga menimbulkan
kelemahan iman, kekeringan hati, kemudian menyebabkan kesedihan dan jauh dari
Allah swt, ini adalah pengertian salah, wanita yang haid hanya dilarang untuk
puasa, shalat, dan thawaf, adapun ibadah yang lain tidak dilarang diantaranya :
berdzikir, berdoa, bershalawat, membaca Al-Qur’an.mendatangi kajian kajian,
adapun tinggal di masjid sebaiknya dihindari sebisa mungkin, karena jumhur
ulama melarang wanita sedang haid duduk di masjid.
Kalau shalat kandungannya adalah dzikir dan
berdoa, maka hendaklah mengganti shalat dengan berdzikir, berdoa, bershalawat,
bisa dilakukan dengan waktu waktu tertentu seperti doa pagi dan sore hari, atau
di waktu sahur atau diwaktu akan tidur atau dilakukan mutlak setiap waktu.
Perlu diingat bahwa hati manusia tidak akan
tenang keculai berdzikir kepada Allah swt sebagaimana Allah katakana : “orang
orang beriman dan hati mereka tenang dengan dengan mengingat Allah, ketahuilah
hanya dengan mengingat Allah hati itu tenang” adapun shalawat kepada
Rasulullah akan membikin hilangnya kesedihan, sebab orang yang bershalawat
kepada Nabi saw sekali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali, dan jika
Allah bershalawat kepadanya Allah mengeluarkan dengan shalawat itu dari
kegelapan menuju cahaya” Allah berkata : Dialah Allah yang bershalawat
kepada kalian untuk mengeluarkan kalian dari kegelapamn menuju cahaya, dan
sungguh Allah dengan kalian Maha Lembut dan kasih sayang.
Jadi mestinya wanita yang berhaidh lebih banyak
meningkatkan amal shaleh, berdzikir dan berdoa, setiap kali melakukan
pekerjaan, yang disunnahkan berdoa dengan doa tertentu, seperti tidur, naik
kendaraan, atau doa pagi dan sore hari, atau doa secara mutlak, hal itu untuk
mengganti ibadah ruhiyah seperti shalat yang ia tidak lakukan.
Setan selalu mengintai hati manusia, manakala dia
kosong dari dzikrullah maka ia segaera memasukinya dan menguasainya, maka
hendaklah orang yang haidh jangan gara gara haidh dia tidak berdzikir, tapi
sebaliknya dia mengganti waktu shalat dengan banyak membaca Al-Qur’an dan
berdzikir kepada Allah.
ENGKAULAH
PEMUDA TERSEBUT !!
Ada sebuah hadits yang sudah saya dengar cukup lama, kurang lebih di tahun
1998 saya mendengar hadits ini. Inilah hadits tersebut :Dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Ada tujuh golongan yang bakal dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya, pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, Pemimpin yang adil, Pemuda yang tumbuh dengan ibadah kepada Allah (selalu beribadah), Seseorang yang hatinya bergantung kepada masjid (selalu melakukan shalat berjamaah di dalamnya), Dua orang yang saling mengasihi di jalan Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah, Seseorang yang diajak perempuan berkedudukan dan cantik (untuk bezina), tapi ia mengatakan: “Aku takut kepada Allah”, Seseorang yang diberikan sedekah kemudian merahasiakannya sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang dikeluarkan tangan kanannya, dan Seseorang yang berdzikir (mengingat) Allah dalam kesendirian, lalu meneteskan air mata dari kedua matanya.” (HR Bukhari)
Hadits ini cukup dan sangat jelas untuk kita mengerti. Bahwa kan ada 7 golongan yang Allah SWT akan memberikan naungannya. Dalam golongan-golongan tersebut ada satu yang membuat saya menulis kali ini. yaitu golongan “Pemuda yang tumbuh dengan ibadah kepada Allah (selalu beribadah)“.
Dari sekian banyak golongan, dalam hadits tersebut Rasulullah menjadikan pemuda sebagai salah satu golongan tersebut. Mengapa? inilah yang membuat saya juga bertanya. Mungkin bisa kita refleksikan di zaman-zaman sebelumnya. Bagaimana peran pemuda dalam zaman tersebut.
Di zaman Rasulullah ada seorang pemuda yang menjadi panglima perang ditengah sahabat-sahabat senior, beliau adalah Usamah bin Zaid. Peperangan yang dipimpinnya memberikan kemenangan untuk umat muslim.
Lalu Imam Syahid Hasan Al-Bana pun pernah mengatakan “Sejak dulu hingga sekarang, pemuda merupakan pilar kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan, pemuda adalah rahasia kekuatannya. Dalam setiap pemikiran, pemuda adalah pengibar panji-panjinya”.
Bahkan Presiden pertama Indonesia Soekarno sepaham dengan Imam Syahid Hasan Al-bana dengan mengatakan “Berikan saya Sepuluh Orang Pemuda, maka akan saya gemparkan dunia”.
Sebegitu hebatnya pemuda, hingga Rasulullah mengirimkan seorang Usamah bin zaid dalam sebuah pertempuran. Lalu sangat yakinnya Hasan Al-Banna dan Soekarno dengan para pemuda untuk menjadi perubahan.
Lalu bagaimana kita sebagai pemuda saat ini? Saya mulai bertanya, pemuda perubahan itu siapa? apakah pemuda yang selalu mefoya-foyakan hidupnya? Apakah pemuda yang larut dalam pergaulan yang kebablasan? Apakah pemuda yang mengagung-agungkan free sex? Apakah pemuda yang sakau dengan narkotika dan obat-obatnya? Apakah pemuda yang senantiasa bermaksiat kepada Allah?
Jawaban itupun ternyata terjawab sudah oleh hadits Rasulullah yaitu “Pemuda yang tumbuh dengan ibadah kepada Allah (selalu beribadah)“.
Semoga kita menjadi pemuda tersebut sehingga kita menjadi agen-agen perubahan yang ke arah lebih baik untuk negeri dan umat ini. Amin. Wallahu a’lam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar