Pages

Sabtu, 12 November 2011

Karakter Pemuda Masa Nabi saw


Pemuda adalah kelompok masyarakat yang paling diharapkan peran mereka untuk membangun peradaban, melanjutkan perjuangan. Pemuda adalah generasi yang dibanggakan karena buah pendidikan yang dilakukan oleh genarasi tua, pemuda adalah teladan generasi dibawahnya. Tapi sayang, realiata pemuda pada zaman sekarang tidaklah demikian, padahal Islam tidak tegak pada masa Rasulullah kecuali dengan dukungan pemuda, sebagian besar para sahabat adalah para pemuda. Islam tidaklah tersebar ke seluruh dunia kecuali melalui para pemuda, maka Allah menyanjung pemuda tangguh yang tidak mengalami jiwa kekanak kanakan.
Pemuda masa Nabi Muhammad saw adalah teladan yang terbaik sepanjang masa, mereka dipilih Allah untuk menemani Nabi Muhammad saw, membelanya dan menegakkan Syari’at Allah swt. Maka sudah sewajarnya kita mempelajari karakter mereka.
Dasar karakter para sahabat adalah iman yang kuat, yang tergambar dalam ucapan, perbuatan dan sikap, Islam sejati yang tergambar dalam penyerahan secara totalitas terhadap hukum Allah, dan akhlaq hasanah, Allah swt banyak menyanjung para sahabat dalam Al-qur’an, diantaranya firman Allah :
Ó£JptC ãAqß§ «!$# 4 tûïÏ%©!$#ur ÿ¼çmyètB âä!#£Ï©r& n?tã Í$¤ÿä3ø9$# âä!$uHxqâ öNæhuZ÷t/ ( öNßg1ts? $Yè©.â #Y£Úß tbqäótGö6tƒ WxôÒsù z`ÏiB «!$# $ZRºuqôÊÍur ( öNèd$yJÅ Îû OÎgÏdqã_ãr ô`ÏiB ̍rOr& ÏŠqàf¡9$# 4 y7Ï9ºsŒ öNßgè=sVtB Îû Ïp1uöq­G9$# 4 ö/àSè=sVtBur Îû È@ŠÅgUM}$# ?íötx. ylt÷zr& ¼çmt«ôÜx© ¼çnuy$t«sù xán=øótGó$$sù 3uqtFó$$sù 4n?tã ¾ÏmÏ%qß Ü=Éf÷èムtí#§9$# xáŠÉóuÏ9 ãNÍkÍ5 u$¤ÿä3ø9$# 3 ytãur ª!$# tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qè=ÏJtãur ÏM»ysÎ=»¢Á9$# Nåk÷]ÏB ZotÏÿøó¨B #·ô_r&ur $JJÏàtã ÇËÒÈ  
Artinya :
 Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya Maka tunas itu menjadikan tanaman itu Kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya Karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. QS Al Fath ayat : 29
Karakter para sahabat yang pertama adalah cinta kebenaran, sangat cepat menerimanya, berpegang teguh dengannya, mereka siap mengorbankan segala yang mereka miliki demi kebenaran.  Cukuplah menjadi bukti dari cinta mereka terhadap kebenaran keberhasilan Mus’ab bin Umair dalam waktu yang sangat singkat mengantarkan penduduk kota Madinah untuk masuk Islam bahkan mereka datang kepada Nabi pada tahun kedua dan ketiga masuknya mereka kedalam Islam meminta beliau segera berhijrah ke Madinah dan mereka siap membela Rasulullah sebagaimana membela keluarga mereka. banyak anak dan orang tua rebutan dengan orang tua mereka untuk berjihad Fii sabiilillah, mereka berduyun duyun kepada Nabi untuk ikut perang, padahal usia mereka baru empat belas tahun atau lima belas tahun seperti Abdullah bin Umar ra. Dan Samurah bin Jundub, mendaftarkan diri kepada Nabi saw untuk perang Uhud.
Ada sahabat belia daftar untuk ikut perang, pertama kali ditolak karena sangat kecil, tapi suadaranya bilang bahwa sahabat tadi lihai memanah kemudian diterima oleh Nabi, melihat itu ada pemuda kecil yang lain kepada Nabi, kenapa dia bisa diterima, saya dapat bergulat dengannya dan menjatuhkannya, maka Nabi menyuruh bergulat, dan ketika bisa mengalahkannya, Nabi akhirnya mengizinkannya juga. .
Karakter kedua : semangat belajar menuntut ilmu, seperti diceritakn oleh Ibnu Abbas ra bahwa beliau sejak kecil bersemangat menuntut ilmu, ketika beliau ingin menanyakan sesuatu kepada seorang sahabat, beliau menunggunya sampai keluar dari masjid, dan ketika keluar beliau berjalan dibelakangnya, kalau sahabat tersebut menoleh, dan memanggilnya, beliau bertanya apa yang dinginkan, dan jika orang tersebut keburu masuk rumah, Ibnu Abbas menunggunya di depan rumah sampai sahabat tersebut keluar untuk shalat, kemudian Ibnu Abbas mengambil kesempatan untuk bertanya dalam perjalannya menuju masjid, ketika beliau menunggu sahabat dan duduk di teras rumahnya, sering diterpa angin dan kena debu jalan, sehingga jika sahabat yang beliau tunggu keluar rumahnya dan melihat kondisi ibnu Abbas  saudara sepupu Nabi saw demikian, beliau berkata: kenapa engkau tidak memanggilku saja sehingga aku yang datang kepadamu, Ibnu Abbas berkata, ilmu itu yang didatangi, bukan mendatangi,.karena
Kebanyakan para sahabat ketika Nabi wafat menyebar ke seluruh penjuru Islam dan menjadi guru besar yang melahirkan para ulama ulama besar pula, seperti Ibnu Abbas di Makkah dan Thaif, Ibnu Mas’ud di Iraq, Ibnu Umar di Madinah, Mu’adz bin Jabal di Palestina.



Karakter ketiga : ‘izzah (merasa mulia) dengan Islam, Umar bin Khattab berkata : Kami adalah kaum yang dimuliakan Allah dengan Islam, maka bagaimanapun kita mencari kemulian dengan selain Islam, pasti dihinakan Allah, Ja’far bin Abu Thalib memimpin rombongan hijrah ke Habasyah untuk meminta suaka politik dari raja Najasyi, ketika masuk Istana dan bertemu dengan raja, para pendeta menyuruh beliau dan kaum muslimin untuk sujud penghormatan kepada raja, Ja’far seketika menjawab, : kami tidak sujud kecuali kepada Allah. Kebanggaan mereka dengan Islam, muncul dari pemahaman mereka terhadap Islam yang sempurna, sehingga mereka tidak mudah murtad dari Islam walaupun mengalami berbagai cobaan yang berat, kebanggaan ini membawa mereka untuk berda’wah dan berhasil dalam da’wah mereka.
Karakter dan jati diri pemuda masa Rasulullah adalah Islam, iman, amal shaleh yang terbaik, ahlaq yang tinggi, ketinggian cita cita, keserhanaan dan jauh dari gemerlapan dunia, ketika malam hari mereka sedikit tidurnya, ruku’ dan sujud, membaca ayat ayat Allah dalam shalat mereka, dan ketika siang mereka bekerja, dan beramal shaleh untuk masyarakat, atau berjihad fi sabiilillah.
Mereka bekerja tapi tidak lupa untuk selalu berdzikir kepada Allah, menegakkan shalat, berda’wah ditempat aktifitas kerja mereka dengan nasehat, amar makruf nbahi mungkar, Allah menyanjung mereka dengan sanjungan yang diabadikan dalam Al-Qur’an : Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang Telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang, Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. QS An-nur ayat : 26-27.
Karakter para pemuda sahabat Rasulullah adalah kezuhudan dan kesabaran yang luar biasa, mereka berhasil diuji dengan kekurangan dan kelebihan dunia, mereka tetap sederhana, banyak diantara mereka menjadi gubernur, tapi tidak segan segan memikul kayu bakar diatas pundak mereka sendiri dengan berjalan melewati pasar, bahkan ada yang sambil canda mengatakan kepada orang yang dilewati : tolong berikan jalan bagi amir yang lewat” Thalahah Ubaidilah adalah orang yang kaya, sesuatu saat terlihat sedih, istrinya bertanya, Apakah ada pada diriku apa yang dikau ragukan? Beliau menjawab, tidak engkau sebaik baik Istri, kalau begitu apa yang menyebabkan dikau kelihatan sedih, beliau menjawab, ia saya mendapatkan ujian dari Allah, dengan datangnya keberuntungan yang besar dalam perdagangan kita, untuk apa rizqi ini, istrinyapun menjawab: gambang bagi saja kepada fuqara’ kerabat kita, maka iapun berkata: memang engkau adalah sebaik baik istri, dan langsung hartanya dibagikan kepada kerabatnya. Mudah mudahan kita dapat mengikuti jejak mereka, aamiin.



Amalan Waktu Haid.
Selama ini banyak difahami oleh kaum muslimah bahwa hari hari haid adalah hari jauh dari ibadah, sehingga menimbulkan kelemahan iman, kekeringan hati, kemudian menyebabkan kesedihan dan jauh dari Allah swt, ini adalah pengertian salah, wanita yang haid hanya dilarang untuk puasa, shalat, dan thawaf, adapun ibadah yang lain tidak dilarang diantaranya : berdzikir, berdoa, bershalawat, membaca Al-Qur’an.mendatangi kajian kajian, adapun tinggal di masjid sebaiknya dihindari sebisa mungkin, karena jumhur ulama melarang wanita sedang haid duduk di masjid.
Kalau shalat kandungannya adalah dzikir dan berdoa, maka hendaklah mengganti shalat dengan berdzikir, berdoa, bershalawat, bisa dilakukan dengan waktu waktu tertentu seperti doa pagi dan sore hari, atau di waktu sahur atau diwaktu akan tidur atau dilakukan mutlak setiap waktu.
Perlu diingat bahwa hati manusia tidak akan tenang keculai berdzikir kepada Allah swt sebagaimana Allah katakana : “orang orang beriman dan hati mereka tenang dengan dengan mengingat Allah, ketahuilah hanya dengan mengingat Allah hati itu tenang” adapun shalawat kepada Rasulullah akan membikin hilangnya kesedihan, sebab orang yang bershalawat kepada Nabi saw sekali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali, dan jika Allah bershalawat kepadanya Allah mengeluarkan dengan shalawat itu dari kegelapan menuju cahaya” Allah berkata : Dialah Allah yang bershalawat kepada kalian untuk mengeluarkan kalian dari kegelapamn menuju cahaya, dan sungguh Allah dengan kalian Maha Lembut dan kasih sayang.
Jadi mestinya wanita yang berhaidh lebih banyak meningkatkan amal shaleh, berdzikir dan berdoa, setiap kali melakukan pekerjaan, yang disunnahkan berdoa dengan doa tertentu, seperti tidur, naik kendaraan, atau doa pagi dan sore hari, atau doa secara mutlak, hal itu untuk mengganti ibadah ruhiyah seperti shalat yang ia tidak lakukan.
Setan selalu mengintai hati manusia, manakala dia kosong dari dzikrullah maka ia segaera memasukinya dan menguasainya, maka hendaklah orang yang haidh jangan gara gara haidh dia tidak berdzikir, tapi sebaliknya dia mengganti waktu shalat dengan banyak membaca Al-Qur’an dan berdzikir kepada Allah.

ENGKAULAH PEMUDA TERSEBUT !!
Ada sebuah hadits yang sudah saya dengar cukup lama, kurang lebih di tahun 1998 saya mendengar hadits ini. Inilah hadits tersebut :

Dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Ada tujuh golongan yang bakal dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya, pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, Pemimpin yang adil, Pemuda yang tumbuh dengan ibadah kepada Allah (selalu beribadah),  Seseorang yang hatinya bergantung kepada masjid (selalu melakukan shalat berjamaah di dalamnya), Dua orang yang saling mengasihi di jalan Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah, Seseorang yang diajak perempuan berkedudukan dan cantik (untuk bezina), tapi ia mengatakan: “Aku takut kepada Allah”, Seseorang yang diberikan sedekah kemudian merahasiakannya sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang dikeluarkan tangan kanannya, dan Seseorang yang berdzikir (mengingat) Allah dalam kesendirian, lalu meneteskan air mata dari kedua matanya.” (HR Bukhari)
Hadits ini cukup dan sangat jelas untuk kita mengerti. Bahwa kan ada 7 golongan yang Allah SWT akan memberikan naungannya. Dalam golongan-golongan tersebut ada satu yang membuat saya menulis kali ini. yaitu golongan “Pemuda yang tumbuh dengan ibadah kepada Allah (selalu beribadah)“.
Dari sekian banyak golongan, dalam hadits tersebut Rasulullah menjadikan pemuda sebagai salah satu golongan tersebut. Mengapa? inilah yang membuat saya juga bertanya. Mungkin bisa kita refleksikan di zaman-zaman sebelumnya. Bagaimana peran pemuda dalam zaman tersebut.
Di zaman Rasulullah ada seorang pemuda yang menjadi panglima perang ditengah sahabat-sahabat senior, beliau adalah Usamah bin Zaid. Peperangan yang dipimpinnya memberikan kemenangan untuk umat muslim.
Lalu Imam Syahid Hasan Al-Bana pun pernah mengatakan “Sejak dulu hingga sekarang, pemuda merupakan pilar kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan, pemuda adalah rahasia kekuatannya. Dalam setiap pemikiran, pemuda adalah pengibar panji-panjinya”.
Bahkan Presiden pertama Indonesia Soekarno sepaham dengan Imam Syahid Hasan Al-bana dengan mengatakan “Berikan saya Sepuluh Orang Pemuda, maka akan saya gemparkan dunia”.
Sebegitu hebatnya pemuda, hingga Rasulullah mengirimkan seorang Usamah bin zaid dalam sebuah pertempuran. Lalu sangat yakinnya Hasan Al-Banna dan Soekarno dengan para pemuda untuk menjadi perubahan.
Lalu bagaimana kita sebagai pemuda saat ini? Saya mulai bertanya, pemuda perubahan itu siapa? apakah pemuda yang selalu mefoya-foyakan hidupnya? Apakah pemuda yang larut dalam pergaulan yang kebablasan? Apakah pemuda yang mengagung-agungkan free sex? Apakah pemuda yang sakau dengan narkotika dan obat-obatnya? Apakah pemuda yang senantiasa bermaksiat kepada Allah?
Jawaban itupun ternyata terjawab sudah oleh hadits Rasulullah yaitu “Pemuda yang tumbuh dengan ibadah kepada Allah (selalu beribadah)“.
Semoga kita menjadi pemuda tersebut sehingga kita menjadi agen-agen perubahan yang ke arah lebih baik untuk negeri dan umat ini. Amin. Wallahu a’lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar